Potensi Desa Salamrejo

Masyarakat Desa Salamrejo memiliki berbagai macam potensi diantaranya:

1. Peratanian, Peternakan dan Perikanan

Hasil pertanian utama di Desa Salamrejo adalah padi (gabah), ketela jagung dan hasil pertanian lainnya. Hasil peternakan Desa Salamrejo merupakan peternakan rakyat diantaranya adalah sapi, kambing dan ayam. Sedangkan hasil perikanan adalah perikanan darat dengan membangun kolam-kolam buatan.

2. Industri Rumah Tangga

Masyarakat Desa Salamrejo selain bekerja dibidang pertanian juga bergelut pada bidang kerajinan tangan. Sektor ini juga sangat menjanjikan bagi kesejahteraan masyarakatnya. Salah satu kerajinan tangan yang masih tetap eksis di Desa Salamrejo adalah kerajinan tangan anyaman serat alam berbahan Agel

 3. Kelompok Seni dan Pertunjukan

Potensi budaya di Desa Salamrejo cukup beragam. Sampai saat ini di Desa Salamrejo masih terdapat beberapa orang dalang wayang kulit dan Wayang Golek serta adanya sanggar seni dan beberapa kelompok penabuh gamelan Jawa. Selain itu masih ada juga kelompok Jathilan dan Oglek. Para pecinta seni sholawatan juga masih didapati di Desa Salamrejo. Pementasan wayang dan beberapa kelompok kesenian tersebut masih sering dilaksanakan rutin setiap bulan Sura atau setiap ada hajatan warga.

 4. Potensi Wisata Religi dan Peninggalan Sejarah

Di Pedukuhan Klebakan terdapat beberapa tempat peninggalan sejarah yang cukup menarik diantaranya adalah sebuah benda yang terbuat dari daun lontar berisikan tulisan Jawa kuna yang dibuka dan dibersihkan setiap setahun sekali yaitu di bulan Sura. Sedangkan makam peninggalan Mbah Klebak yang merupakan cikal bakal nama Klebakan juga masih terpelihara sampai saat ini. Di Pedukuhan Mentobayan terdapat makam pejuang Simbah Cinde Amoh yang konon tidak tembus ditembak peluru Belanda, sedangkan di Karang Wetan terdapat makam Simbah Abu Dagur dan Simbah Satrio Ngungun yang dimakamkan dalam satu lubang dan dikenal dengan makam Luang Tunggal, makam Simbah Syiraf-Syarif juga berada di wilayah Karang Wetan. Di Pedukuhan Giyoso juga terdapat Masjid Al Mu’minun yang merupakan masjid tertua di Desa Salamrejo berikut ada makam di belakang masjid. Selain itu juga terdapat Sumur Jlegong yang konon merupakan sumur tua peninggalan Pangeran Diponegoro. Sedangkan di Pedukuhan Kidulan terdapat peninggalan berupa Sumur Klampok dan makam para sesepuh diantaranya adalah Simbah Demang Wanapati, Simbah Ngrandu, Adipati Wanasari dan beberapa sesepuh lainnya juga dimakamkan di Kidulan. Sementara itu di Pedukuhan Ngrandu juga terdapat peninggalan berupa mata air dimana diatasnya tumbuh Pohon Randu Alas yang berusia sudah cukup tua hingga dikenal menjadi nama pedukuhan Ngrandu yang oleh masyarakat sekitar setiap tahun sekali diadakan selamatan.

5. Potensi Alam

Desa Salamrejo memiliki hamparan sungai di sisi Utara memanjang ke sisi Timur yaitu Sungai Progo. Sungai Progo menjadi salah satu tempat untuk mengais rejeki sebagian masyarakat dengan menjadi penambang pasir. Disepanjang hamparan tersebut dapat dijadikan salah satu tujuan wisata memancing, arung jeram, outbond serta kegiatan lainnya. Sedangkan di ketinggian Watuombo yang merupakan daerah wilayah antara pedukuhan Dhisil dan Kidulan terdapat lokasi yang cukup tinggi untuk melihat hamparan jantung pusat pemerintahan Desa Salamrejo.

6. Potensi Penduduk

Desa Salamrejo memiliki jumlah penduduk yang relatif cukup banyak yaitu sebesar 5.968 jiwa. Jumlah yang cukup potensial untuk melaksanakan pembangunan.

7. Potensi Ekonomi

Desa Salamrejo termasuk daerah kawasan industri, dan memiliki ibukota Kecamatan Sentolo yang berada di Wilayah Desa Salamrejo. Pasar percontohan, dan Puskesmas juga tersedia di sebelah bahu jalan Negara bedekatan dengan kantor kecamatan. Selain itu Desa Salamrejo juga masih memiliki pasar desa Watu Ombo yang disekitar pasar itu telah dibangun beberapa pabrik yang berdiri di atas tanah kas desa.