Kirab Budaya Baritan Tradisi Pedukuhan Nrandu

Kamis, 13 Juli 2017 08:29:17 - Oleh : Pemerintah Desa Salamrejo

Salamrejo – Minggu, 9 Juli 2017, telah diadakan kirab budaya yang melibatkan seluruh warga masyarakat Pedukuhan Ngrandu baik tua muda, laki laki, perempuan, remaja dan anak – anak juga turut meramaikan acara kirab budaya yang dilaksanakan dari mulai pukul 09.00 sampai 10.30 pagi. Meskipun pada minggu pagi sebelum pelaksanaan kirab budaya tersebut turun hujan yang cukup lebat dan membuat persiapan pelaksanaan kirab budaya mengalami beberapa hambatan. Akan tetapi hal tersebut tidak mengurangi semangat dan seluruh warga Pedukuhan Ngrandu dan semua peserta kirab budaya untuk tetap mengikuti serta memeriahkan kirab budaya tersebut.

Dan pada akhirnya pada saat pelaksanaan terdapat hampir 25 kelompok yang mengikuti arak – arakan kirab budaya Pedukuhan Ngrandu yang mencapai hampir 1 km panjangnya. Arak - arakan yang ada dalam kirab budaya tersebut meliputi arak – arakan air Tirta Umbul Mulya dari Sendang Apit, tumpeng yang berupa hasil bumi, pasukan bregodo, ogoh – ogoh (patung raksasa yang berbentuk mengerikan), pemusik (baik hadroh dan drumband), dan penampilan kesenian yang ada di Pedukuhan Ngrandu seperti jatilan dan kesenian tari lainnya. Tak hanya itu peserta dari pedukuhan lainnya yang berada di dekat pedukuhan ngrandu seperti Pedukuhan Taruban juga membantu menggirimkan personil dan beberapa kesenian yang ada di Pedukuhan Taruban untuk ikut serta dalam kirab budaya tersebut.

Dimana kemudian arak – arakan kirab budaya tersebut berjalan mengelilingi Pedukuhan Ngrandu dengan berjalan kaki. Perjalanan di mulai dari tempat kegiatan yang berada di dekat petilasan Pedukuhan Ngrandu yang letaknya berada ditanah kas Pedukuhan Ngrandu. Yang kemudian perjalanan dilanjutkan dengan melewati jalan – jalan setapak sampai jalan utama di daerah Pasar Ngangkruk dan pada akhirnya arak – arakan kirab budaya tersebut kembali lagi ke tempat pemberangkatan di Pedukuhan Ngrandu.

Perjalanan kirab budaya kemudian diakhiri dengan penerimaan peserta kirab oleh tetua adat Pedukuhan Ngrandu, yang kemudian di lanjutkan dengan pembacaan doa bersama sebelum arak – arakan dibubarkan. Di akhir acara kirab budaya kemudian di laksanakanlah pembakaran ogoh – ogoh sebagai symbol untuk melenyapkan segala keburukan yang terdapat di Pedukuhan Ngrandu dan pelaksanaan pembagian tumpeng dan hasil bumi yang telah diarak berkeliling Pedukuhan Ngrandu sebagai symbol untuk rasa syukur atas kemakmuran yang diperoleh warga Pedukuhan Ngrandu.

Dalam pelaksanaan kirab budaya Pedukuhan Ngrandu selain melibatkan warga sekitar, juga melibatkan pedukuhan lainnya yang juga ikut berpartisipasi. Tak hanya itu kirab tahun ini juga dibantu oleh aparat kepolisian serta pasukan dari RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) yang ikut membantu kesuksesan acara kirab budaya tersebut. Menurut salah satu warga Pedukuhan Ngrandu yaitu Bapak Rino mengatakan “Kirab budaya tahun ini merupakan kirab budaya yang dapat dikatakan berbeda dari tahun – tahun sebelumnya, karena kirab budaya kali ini diikuti oleh seluruh warga Pedukuhan Ngrandu dan Pedukuhan lainnya yang juga ikut mendukung kelancaran dan kesuksesan kirab budaya tersebut”. Tak hanya itu menurut beliau kirab tahun ini juga lebih meriah sehingga tidak hanya dapat dinikmati oleh warga Pedukuhan Ngrandu sendiri tetapi juga dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Hal ini arenakan kirab tahun ini juga melalui jalan – jalan besar yang ada di kelurahan Salamrejo. Kontributor: Oky Saputra

« Kembali | Kirim | Versi cetak