Ayo Lestarikan Jemparingan

Rabu, 19 Oktober 2016 14:21:22 - Oleh : Pemerintah Desa Salamrejo

Kirab Budaya Baritan Tradisi Pedukuhan Nrandu

Upacara Adat Tirta Umbul Mulya Di Sendang Apit Awali Tradisi Baritan di Ngrandu Salamrejo

TRADISI WIWITAN KHAS DESA SALAMREJO

ROSA Memeriahkan Penutupan BBGRM Ke XIV Di Salamrejo

 

Salamrejo - Dalam rangka melestarikan budaya tradisional, Pengurus Kantong Budaya Desa Salamrejo bersama Pemerintah Desa Salamrejo mengadakan sosialisasi dan pelatihan Jemparingan/ Panahan Tradisonal. Kegiatan tersebut bekerjasama dengan KONI Kabupaten Kulon Progo dan Perpani (Persatuan Panahan Indonesia) pada  Kamis 13 Oktober 2016.



Bapak Agung dan Bapak Joko dari Koni Kabupaten Kulon Progo, serta Bapak Banu dari Perpani sekaligus anggota Asosiasi JJS (Jemparingan Jumat Sonten) menjelaskan beberapa point penting seperti pengertian jemparingan, alat yang digunakan dan peraturan pertandingan.
Jemparingan sendiri adalah istilah untuk panahan tradisional Yogyakarta. Panahan ini berbeda dengan panahan nasional. Yang pling terlihat perbedaannya adalah dari posisinya. Kalau panahan nasional berdiri, maka panahan tradisional ini dilakukan dari posisi duduk. Busur/gendewo yang digunakanpun berbeda. Busur/gendewo dalam jemparingan terbuat dari kayu dan bambu. Setiap busur/gendewo adalah hanya milik satu orang tidak bisa dipakai orang lain. ini dikarenakan busur/gendewo dibuat spesifik disesuai dengan orang yang menggunakan seperti disesuaikan tinggi dan panjang tangan pengguna.



Sasaran tembak pun berbeda dengan panahan nasional. Jika dalam panahan nasional sasaran berupa lingkarang warna-warni, dalam jemparingan sasaran berupa gandulan dari jerami dibalut kasa atau sering disebut wong-wongan. wong-wongan tersebut diberi warna merah dibagian atas dan putih di bagian bawah. Jika panah mengenai warna merah akan mendapat 3 poin, jika mengenai warna putih mendapat 1 poin.
Warga sangat antusias mengikuti sosialisasi tersebut. setelah sosialisasi selesai dilanjutkan dengan praktek di lapangan oleh senior jemparingan dari anggota JJS, yang semuanya menggunakan busana adat jawa. setelah dilakukan praktek, beberapa warga diminta untuk mencoba memanah. Kedepannya, akan diadakan latihan rutin di Lapangan Salamrejo.


« Kembali | Kirim | Versi cetak